Jumat, 03 Mei 2013

Laporan Praktikum Kajian Lingkungan Hidup

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Demikian pengertian lingkungan hidup sebagaimana dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Lingkungan hidup merupakan suatu sistem kompleks yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Lingkungan hidup itu terdiri dari dua komponen, yaitu abiotik dan biotik.
1.      Komponen abiotik, yaitu terdiri dari benda-benda mati, seperti air, tanah, udara, cahaya matahari, dan sebagainya.
2.      Komponen biotik, yaitu terdiri dari makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan manusia.
Keberadaan dan kehidupan manusia tidak lepas dari keberagaman flora dan fauna sebagai berkat dari Tuhan Yang Maha Esa demi kebutuhan hidup manusia ciptaanNya. Dengan perkembangan peradaban manusia di dunia maka semakin beragam pulalah kebutuhan dalam hidupnya.  Dengan demikian akan lebih banyak membutuhkan bahan dari sumber daya alam demi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
Menyadari akan pentingnya bahan-bahan dari sumber daya alam guna pemenuhan kebutuhan hidup manusia, diperlukan suatu jalan keluar guna memadukan kedua aspek tersebut agar supaya dapat berjalan bersama-sama. Yang sangat jelas diantara kedua aspek tersebut akan ada perilaku untuk mengambil dan diambil, menggunakan dan digunakan. Pada akhirnya salah satu diantaranya akan mengalami penurunan, kelangkaan secara perlahan. Itu artinya bahwa sumber daya alam yang diantaranya ada yang bermanfaat untuk kehidupan manusia akan mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitasnya.
Kulawi adalah salah satu kecamatan yang berjarak ± 75 KM jika ditempuh dari ibukota Propinsi Sulawesi Tengah. Tepatnya terletak dikabupaten Sigi. Secara geografis kecamatan kulawi berada pada posisi 120018” – 1430 22” LS dan 119­0 4’04” – 1200 07’53” BT dengan batas administratif sebagai berikut : sebelah utara dengan Kec.Sigi-biromaru, sebelah barat dengan Kec.Palolo, sebelah timur dengan Kec.Lore-Utara sementara sebelah selatan dengan Kec.Pipikoro dan sulawesi Barat.
Kecamatan Kulawi pada umumnya merupakan daerah pegunungan, dan berada pada sepanjang aliran sungai lariang yang terletak pada ketinggian 500-1000 m di atas permukaan laut. kemiringan tanah cukup curam yaitu berkisar antara 60% - 70% dan bahkan ada yang mencapai di atas 80%.
Dari hasil wawancara yang didapatkan dari kepala Desa setempat disebutkan bahwa asal usul nama Kulawi diambil dari nama sebuah pohon. Konon di jaman dahulu kala, ketika seorang pemburu dari Kerajaan Sigi bernama Sadomo, saat melakukan perburuan binatang sampai di sebuah bukit (belakangan disebut bukit Bolapapu), saat ia menemukan sebuah pohon di mana ia beristirahat di bawahnya, tiba-tiba dari pohon itu muncullah seorang wanita cantik. Sadomo pun akhirnya mengawini wanita tersebut yang dipercaya sebagai To Manurung (orang yang turun dari kayangan).Maka sejak itulah kekerabatan antara orang Kulawi dengan Kerajaan Sigi, terlebih diantara keturunan kedua belah pihak banyak yang melakukan perkawinan.
Menurut cerita rakyat, pada saat kedatangan Sadomo di atas bukit tempat berdirinya sebuah pohon besar, pohon tersebut daunnya hanya dua lembar, tetapi sangat lebar. Daun satunya mengarah ke sebelah Timur dan satunya mengarah ke sebelah Barat, sehingga tidak dapat ditembus oleh sinar matahari,  Namun dari masa kemasa pohon yang oleh kemudian masyarakat setempat menyebutnya Kulawi, akhirnya mati dan tak lagi memiliki bekas. Maka sebegai kenangan, namanya itulah yang kemudian diabadikan sebagai sebutan untuk masyarakat di sekitarnya, sekaligus menjadi sebutan bagi kerajaan yang berpusat di bukit Bolapapu.Nama Bolapapu, secara etimologi dalam Bahasa Kulawi; Bola artinya kampung/tempat dan Papu artinya terbakar atau dibakar. Jadi secara harafiah Bolapapu adalah kampung yang dibakar atau kampung terbakar.
Dalam perkembangan masa berikutnya, sebutan Bolapapu bukan hanya tempat pemukiman di atas bukit, tetapi sampai kesekitarnya yang kini dipimpin Kepala Desa.Desa Bolapapu sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Kulawi zaman dahulu telah memiliki sejarah cukup maju, ini dibuktikan adanya peninggalan-peninggalan bersejarah, seperti benda-benda megalit dimasa tersebut.
Sistem pemerintahan Kerajaan Kulawi yang modern dikenal adanya Patanggota, yaitu empat pusat pemerintahan kerajaan. Patanggota tersebut antara lain; Bolapapu (pusat pemerintahan utama) dimana menjadi tempat Raja (Magau) menjalankan pemerintahan Sungku, Boladangko dan Mataue, ketiga nama tersebut terakhir tersebut masing-masing didudukkan menteri dibawah pemerintah Magau.
Sebelum terbentuknya Kerajaan Kulawi, masyarakat dipimpin ketua-ketua adat atau tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh. Setelah adanya sistem kerajaan, maka ada 3 orang yang dikenal sangat berpengaruh pada zamannya, yaitu :
1.      Hangkalea, seorang pahlawan wanita.Ia juga berdaulat sebagai ratu yang sering juga disebut To-tua ngata. Hangkalea, walaupun seorang wanita ia mampu menahan serangan Belanda yang mencoba menguasai desa pada saat itu. Kemudian beliau jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Setelah beliau wafat kemudian digantikan putranya yang bernama Tomai Rengke atau sering disebut Towualangi.
2.      Towualangi, adalah seorang panglima perang atau dikenal dengan sebutan Tadulako. Beliau lahyang diawal abad ke-20 melakukan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda yang datang untuk memerangi Kerajaan Kulawi. Belanda mencoba membuat strategi untuk memasuki kulawi selama 9 bulan. Dengan mengedarkan surat ancaman yang berisi apabila panglima perang tidak mengizinkan Belanda memasuki desa, maka belanda akan membumihanguskan kulawi. Hal ini dimaksudkan belanda untuk mengadu dombakan masyarakat kulawi pada saat itu. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi sehingga terjadilah peperangan dahsyat di Gunung Momi antara Towualangi dan pihak Kolonial belanda. Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 1905, namun pada akhirnya Pemerintah Hindia Belanda menaklukan kerajaan Kulawi pada tahun 1917 dan Towualangi dipaksa menandatangani perjanjian sebagai penaklukan. Setelah pemerintahan Towualangi Maka selanjutnya pemerintahan digantikan oleh Djiloy,
3.      Maurits Djiloy, atau sering disebut Raja Djiloy merupakan Raja Kulawi terakhir yang berkuasa sejak tahun 1919-1965. Beliau adalah seorang raja yang dipilih langsung oleh Belanda untuk memimpin rakyat kulawi. Disebutkan bahwa, raja Djiloy telah banyak dipengaruhi oleh belanda. Sebagai taktik belanda untuk menguasai kulawi maka dibuatlah Pasanggerahan sebagai tempat belanda untuk mengawasi gerak-gerik raja Djiloy.
Masyarakat komunitas To Kulawi yang bermukim disekitar alam pegunungan yang kaya dengan keanekaragaman hayatinya adalah kelompok masyarakat yang secara turun–temurun mempunyai konsep-konsep kearifan tradisional dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Sejalan dengan itu secara turun-temurun masyarakat Adat To Kulawi sudah dibekali dengan satu konsep tradisional tentang  pemanfaatan sumber daya alam “ Popahilo Longa Katuwua “ dalam konsep itu “ Katuwua “ diyakini bahwa di Bumi Persada ini (I wongko lino) ada tiga unsur kehidupan yang mempunyai hubungan timbal balik, tumbuh dan berkembang biak dan saling menghidupi yaitu : Manusia (Tauna), Hewan   (Pinatuwua), Tumbuh-tumbuhan (Tinuda/hinua).Sistem tenurial di Kecamatan Kulawi yang berbasis pada hak ulayat Orang Kulawi-Kulawidipengaruhi dengan tiga filosofis, yaitu : Hubungan manusia dengan alam (Katuvua); Hubungan manusia dengan Tuhan (Petukua); Hubungan manusia dengan manusia (hintuvu).
Dari hal-hal tersebutlah yang melatar belakangi kami tertarik untuk melakukan praktikum Mata Kuliah Kajian Lingkungan Hidup. Lingkungan Abiotik, Lingkungan Biotik, Demografi, Ekonomi, Tataguna Lahan, Sosial Budaya, Pelayanan Umum, Hukum dan Kemayarakatan, Kegiatan Umum, Kualitas Lingkungan Kerja dan lingkungan umumnya, dan Upaya Penanganan Pasca Banjir Bandang /longsor di Desa Bolapapu adalah hal-hal yang akan dibahas dalam praktikum ini.

1.1  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui keadaan biotik dan abiotik di Desa Bolapapu
  2. Untuk mengetahui keadaan demografi di Desa Bolapapu
  3. Untuk mengetahui keadaan ekonomi warga di Desa Bolapapu
  4. Untuk mengetahui keadaan tata guna lahan di Desa Bolapapu
  5. Untuk mengetahui keadaan sosial budaya di Desa Bolapau
  6. Untuk mengetahui keadaan pelayanan umum di Desa Bolapapu
  7. Untuk mengetahui keadaan hokum dan kemasyarakatan di Desa Bolapapu
  8. Untuk mengetahui keadaan kegiatan umum di Desa bolapapu
  9. Untuk mengetahui keadaan kualitas lingkungan kerja dan lingkungan umumnya
  10. Untuk mengetahui upaya penanganan pasca banjir bandang/longsor di Desa Bolapapu
  11. Untuk mengetahui sejarah Desa Bolapapu?






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Makhluk hidup dan lingkungannya adalah dua hal yang tak terpisahkan dan saling membutuhkan. Makhluk hidup dan lingkungan saling membentuk interaksi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, misalnya manusia membutuhkan tempat tinggal (rumah), tentu saja alam telah menyiapkannya, tetapi manusia itu harus merawat alam dengan baik agar kebutuhan hidupnya dapt terpenuhi tanpa mengganggu keseimbangan alam itu sendiri. Hamparan samudera, bukit, pegunungan, sungai, danau, semuanya merupakan bagian dari lingkungan alam.Lingkungan alam sendiri merupakan salah satu bagian dari lingkungan hidup.Lingkungan hidup mencakup seluruh lingkungan alam seperti lingkungan fisik, biologi, dan sosial. Itulah mengapa pengertian lingkungan hidup lebih luas daripada lingkungan alam (Kimball, 1992)
Berikut adalah pengertian lingkungan hidup yang dipaparkan oleh beberapa ahli.
  1. MUNAJAT DANUSAPUTRA: Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktifitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.
  2. EMIL SALIM: Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
  3. JONNY PURBA: Lingkungan hidup adalah wilayah yang merupakan tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai.
  4. SRI HAYATI: Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup. Termasuk di dalamnya adalah manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Menurut Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 Tahun 1997 Pasal 1 yang kemudian disempurnakan oleh Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, keduanya mendefinisikan pengertian lingkungan hidup sebagai berikut:
            "Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain."
            Selanjutnya dalam UU No. 32 Tahun 2009, pengertian lingkungan hidup diperjelas lagi dengan pasal tentang pengendalian lingkungan hidup sebagai berikut:
            "Pengedalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dilaksanakan dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup. Pengedalian pecemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup ini terdiri dari 3 hal yaitu : pencegahan,penanggulangan dan pemulihan lingkungan hidup dengan menerapkan berbagai instrument-instrument yaitu : Kajian lingkungan hidup straegis (KLHS); Tata ruang; Baku mutu lingkungan hidup; Kreteria baku mutu kerusakan lingkungan hidup; Amdal; UKL-UPL; perizinan; instrument ekonomi lingkungan hidup; peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup; anggaran berbasis lingkungan hidup; Analisis resiko lingkungan hidup; audit lingkungan hidup, dan instrument lain sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan ilmu pengertahuan"
            Lingkungan hidup sebagaimana yang disebutkan oleh undang-undang di atas merupakan suatu sistem yang meliputi lingkungan alam hayati maupun non hayati yang kesemua komponen-komponen di dalamnya tersebut memiliki pengaruh bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
            Manusia sebagai bagian dari lingkungan hidup haruslah memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup tersebut bukan malah merusaknya karena bagaimanapun juga kehidupan manusia sangat bergantung dengan
alam. Jika manusia merusak alam, maka manusia sendirilah yang akan menerimaakibatnya.
            Pendidikan lingkungan hidup menjelaskan urgensitas lingkungan hidupdalam kehidupan dalam kerangka penumbuhan kesadaran lingkungan yang terimplementasi dalam pengetahuan, sikap dan partisipasi warga Negara (Anonim, 2013)
Pengertian lingkungan hidup menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 adalah Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain yang ada disekitarnya (Anonim, 2012).
Lingkungan hidup merupakan suatu sistem yang meliputi lingkungan alam hayati, lingkungan alam nonhayati, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial. Semua komponen-komponen lingkungan hidup seperti benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup berhimpun dalam satu wadah yang menjadi tempat berkumpulnya komponen itu disebut ruang. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam Undang-undang bahwa Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (UU RI No. 23 Tahun 1997).
 Pada pengertian tersebut di atas, tercantum dua kali kata manusia yakni manusia  sebagai subyek (manusia dan perilakunya) dan manusia sebagai obyek (yang akan terpengaruh). Hal ini sesuai dengan pendapat (Leo, 2010) bahwa Perilaku manusia yang baik terhadap lingkungan, akan menghasilkan sesuatu yang baik pula bagi manusia.
Lingkungan merupakan kompleks dari faktor yang saling berinteraksi satu dengan lainnya, tidak saja antara faktor-faktor biotik dan abiotik, tetapi juga antara biotik maupun abiotik itu sendiri, sehingga sulit untuk memisahkan satu faktor terhadap faktor-faktor lainnya tanpa mempengaruhi kondisi keseluruhannya. Faktor abiotik merupakan salah satu komponen atau faktor dalam lingkungan yang mempengaruhi organisme. Komponen abiotik adalah komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk tak hidup atau segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, iklim, kelembaban, cahaya, dan bunyi (Irwan, 1992).
Seperti yang kita ketahui, tempat dimana manusia tinggal dan berpijak adalah tanah. Manusia dapat beraktifitas, membangun rumah, gedung, bahkan bercocok tanam. Tanah juga ditempati oleh komponen biotik seperti tumbuhan dan hewan yang melakukan aktifitasnya setiap hari. Hal ini sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah (Anonim I, 2011).
“Warna merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah semakin gelap” Hardjowigeno (2002).
Atmosfer adalah lapisan gas yang mengelilingi bumi yang tertahan oleh gravitasi bumi. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi ultraviolet, menghangatkan bumi, dan mereduksi suhu ekstrim antara siang dan malam. Atmosfer juga merupakan faktor abiotik yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Karena tanpa udara, maka manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak dapat hidup. Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat di atmosfer. Atmosfer juga berfungsi sebagai payung atau pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari. Atmosfer juga merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi (Anonim II, 2010).
Air juga tidak kalah penting dengan atmosfer. Air merupakan salah satu faktor abiotik yang sangat berguna bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi. Tanpa air semua makhluk hidup yang ada dibumi ini tidak bisa hidup. Dari sudut pandang biologi air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organik untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air juga merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi (Anonim III, 2010).



BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum Kajian Lingkungan Hidup ini adalah sebagai berikut:
Waktu : Jumat 05 April s/d Minggu 07 April 2013.
Tempat : Desa Bolapapu, Kec. Kulawi, Kab. Sigi, Sulawesi Tengah.
3.2 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
1.      Alat Tulis Menulis;
2.      Lembar Kerja;
3.      Alat ukur berupa Hygrometer, Thermometer dan Mistar;
4.      Kamera.
3.3 Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja praktikum Kajian Lingkungan Hidup ini adalah sebagai berikut:
1.            mengobservasi daerah yang akan menjadi area pengamatan
2.            Mengamati keadaan abiotik yang berupa tanah, air dan atmosfer
3.            Mengamati keadaan biotik area pengamatan
4.            Mengamati keadaan demografi area pengamatan
5.            Mengamati keadaan ekonomi area pengamatan
6.            Mengamati tata guna lahan area pengamatan
7.            Mengamati sosial budaya area pengamatan
8.            Mengamati pelayanan umum area pengamatan
9.            Mengamati hukum dan kemasyarakatan pada area pengamatan
10.        Mengamati kegiatan umum yang dilakukan di area pengamatan
11.        Mengamati kualitas lingkungan kerja dan lingkugan umumnya
12.        Mengamati upaya penanganan pasca banjir bandang/longsor
13.        Mencatat hasil pengamatan ke dalam lembaran kerja


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan yang dilakukan terhadap Keadaan Abiotik, Keadaan Biotik, Demografi, Ekonomi, Tataguna Lahan, Sosial Budaya, Pelayanan Umum, Hukum dan Kemayarakatan, Kegiatan Umum, Kualitas Lingkungan Kerja dan lingkungan umumnya, dan Upaya Penanganan Pasca Banjir Bandang /longsor di Desa Bolapapu adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Keadaan Abiotik
No.
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
1.
Tanah
1.       ada gejala perubahan bentuk lahan yang sedang
2.       lebih dari 75%
3.       kurang dari  cm
4.       drainase sedang, kurang gembur, waktu kering tidak retak
5.       adanya eksploitasi tapi belum merusak lingkungan
6.       mantap kalau ada pengelolaan secara intensif
7.       sedang, belukar dan daerah pertanian
3

5
2
3

3

2

3
    

Total
21
Baik
2.
Air
8.       agak coklat
9.       tawar
10.     tidak berbau
11.     Agak keruh
12.     Musim kemarau tetap ada perubahan tetapi tidak sampai kering
13.    Ada tumbuhan air yang tumbuh di permukaan air
2
2
5
3
3

2
    

Total
17
Baik
3.
Atmosfer
14.    suhu udara antara 25ºC-27ºC
15.     tembus pandang jauh dan jelas
16.     terlihat 6-8 jam/hari
17.     maret sampai april
18.     61% - 69%
4
5
3
2
4
    
Total
18
Sangat Baik


Tabel 2. Keadaan Biotik
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Biotik
19.    Terdapat lebih dari 30 jenis flora
20.     Terdapat 11-15 jenis fauna
21.     Terdapat 11-15 jenis tanaman ekonomis
22.     Terdapat 60-10 jenis fauna yang ekonomis
23.     Terdapat 1-2 jenis yang dilindungi
24.     Besar
25.     Besar sekali
5
4
4
4
3
4
1
    

Total
25
Sangat Baik

Tabel 3. Keadaan Demografi
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Demografi
26.    Lebih dari 100 orang
27.    3,10% sampai 3,50%
28.    Kurang dari 20 jiwa
29.    Kurang dari 25 jiwa
30.    Kurang dari 5 jiwa
31.    Kurang dari 40% penduduk dibawah 15 tahun
32.    Perbandingan wanita/pria atau sebaliknya 0,08% - 0,89%
33.    3 sampai 4 orang
34.    Lebih dari 5 suku bangsa
1
3
5
5
5
5

3

5
5
    

Total
37
Sangat Baik
Tabel 4. Keadaan Ekonomi
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Ekonomi
35.    5% sampai 10% tenaga kerja mencari pekerjaan
36.    Diatas 40%
37.    Diatas Rp.100.000-,
38.    Lebih mahal dari indeks harga konsumen diatas 10%
2

5
5
1
    

Total
13
Sangat Baik

Tabel 5. Tata Guna Lahan
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Tata Guna Lahan
39.    Kurang dari 5%
40.    Kurang dari 20%
41.    Kurang dari 15%
42.    Kurang dari 30%
5
1
5
5
    
Total
16
Sangat Baik

Tabel 6. Sosial Budaya
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Sosial Budaya
43.    Dibawah 60%
44.    10% sampai 20%
45.    Permanen keadaan buruk
46.    5 orang sampai 10 orang
47.    Lebih kecil dari 5%
48.    Dibawah 20%
49.    Diatas 60%
50.    Diatas 60%
51.    5 sampai 15 %
52.    Masih dilestarikan dan dikembangkan
1
2
4
4
5
1
5
5
2
5
    

Total
36
Sangat Baik

Tabel 7. Pelayanan Umum
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Pelayanan Umum
53.    Ada TK sampai SMA
54.    30 orang sampai 35 orang
55.    Diatas 150 orang
56.    Paling rendah SPG
57.    Lebih dari 10 orang
58.    Tempat-tempat penting dapat didatangi dengan kendaraan umum dengan jumlah sedikit
59.    Lebih dari 200 orang
60.    Lebih dari 200 orang
5
4
1
5
5
2


5
5
    

Total
32
Sangat Baik

Tabel 8. Hukum dan Kemasyarakatan
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Hukum dan Kemasyarakatan
61.    5 orang sampai 10 orang
62.    Kurang dari 10 orang
63.    Kurang dari 10 orang
4
4
5

    
Total
13
Sangat Baik
Tabel 9. Kegiatan Umum
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Kegiatan Umum
64.    Perencanaan belum baik
65.    Sesekali terjadi kegiatan gotong royong
66.    Ada kegiatan LSM
67.    Ada isu permasalahan namun dapat diselesaikan
2
2
1
4
    
Total
9
Sedang

Tabel 10. Kualitas Lingkungan Kerja dan Lingkungan Umumnya
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Kualitas lingkungan kerja & lingkungan umumnya
68.    Kesehatan lingkungan sudah membaik, fasilitas pelayanan dan sanitasi perlu diperbaiki
69.    Pengelolaan limbah buruk, penumpukan terbuka penyia-nyiaan limbah
70.    Ada usaha penghijauan yang masih perlu di tingkatkan
3


1

2
    
Total
16
Jelek

Tabel 11. Upaya Penanganan Pasca Banjir Bandang / Longsor
Keadaan
Jawaban
Skor jawaban
Kriteria
Upaya penanganan pasca banjir bandang/
longsor
71.    Dan lain-lain
72.    Pengelolaan limbah buruk, penumpukan terbuka dan penyia-nyiaan limbah
73.    Pengelolaan limbah buruk, penumpukan terbuka dan penyia-nyiaan limbah
5
1

1
    
Total
7
Sedang

Tabel 12. Format Isian Air
No.
Air
Kondisi
Sifat
Masalah
Solusi
Tindak Lanjut
Warna
Bau
Rasa
1.
Sungai
Bersih
Bening, berwarna kekuningan
-
Tawar
Boronjong di sepanjang aliran sungai sudah banyak yang rusakk sehingga tidak menutup kemungkinan dapat terjadi erosi disepanjang aliran sungai
Perlu diadakan perbaikan boronjong disepanjang aliran sungai
Pemerintah setempat / apartur desa bekerjasama memperbaiki boronjong yang sudah rusak

Tabel 13. Format Isian Tanah
No.
Tanah
Kondisi
Tekstur
Masalah
Solusi
Tindak Lanjut
Lumpur Berpasir
Lumpur
Pasir Berlumpur
Pasir
1.
Jl. Trans
(pemukiman)
Tanah lembab, warna keabu-abuan dan butiran pasir agak besar
-
-
-
Apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang tanahnya mudah terbawah arus air, karena kontur tanahnya yang miring mencapai 20º
Sebaiknya pembuatan rumah tidak/jangan didaerah yang kontur tanahnya miring
-
2.
Persawahan
Basah, lembek, hijau tua keabu-abuan
-
-
-
-
-
-
3.
Perkebunan
Warna coklat terang dan lembek
-
-
-
Kualitas tanaman kurang baik, namun kuantitas hasil buruk
-
-

Tabel 14. Format Isian Udara
No.
Udara
Kondisi
Sifat
Masalah
Solusi
Tindak Lanjut
10%
5%
0%
1.
Perkebunan
Sangat sejuk
-
-



2.
Pemukiman
Cukup sejuk
-
-



3.
Persawahan
Sejuk
-
-




Tabel 15. Kondisi Hutan / Lahan Terbuka
No.
Hutan
Kondisi
Tingkat Eksploitasi
Masalah
Solusi
Tindak Lanjut
Peruntukan
10%
25%
50%
Sawah
Rumah
Kebun
1.
Hutan Timur
Belum terjamah
-
-
-
-
Menjaga kearifan lokaltentang pentingnya menjaga hutan karena hutan timur merupakan hutan lindung yang dilindungi oleh adat istiadat masyarakat stempel dan pemerintah
-
-
2.
Hutan Barat
Sudah terjamah
-
-
-
-
Menanam kembali tanaman yang baru setelah mengambil beberapa jenis tanaman yang sudah dipanen seperti coklat dan durian
-

Tabel 16. Hubungan Budaya dan Lingkungan
No.
Aktifitas Masyarakat
Proses adat yang dilakukan
Hubungan dengan Lingkungan
Hubungan dengan Peraturan Pemerintah/agama
Solusi
1.
Bercocok Tanam
Nopadangku: melaksanakan pembacaan doa yang dipimpin oleh ketua adat/pendeta. Harus ada salah seorang keluarga yang menanam 10 bibit padi terlebih dahulu kearah timur sebelum ditanam orang banyak.
Lingkungan desa memilik tanah yang tergolong subur sehingga padi dapat tumbuh dengan subur.
-
Bagi aturan adat yang melanggar aturan pemerintah maupun agama maka adat tersebut harus di hilangkan.

2.
Panen
Acara perayaan panen raya warga desa dengan membuat buluh batu dimana pada buluh batu tersebut digantungkan berbagai macam jenis hasil panen. Pada acara tersebut, pemerintah daerah setempat diundang. Untuk menyambut kedatangan meraka diadakan tarian rego. Tarian ini merupakan tarian tradisi yang dilakukan oleh 6pasang muda-mudi. Setiap pelaksanaan tarian rego , pasti turun hujan. Pada akhir acara, anak-anak SD sampai SMP akan berlomba-lomba memanjat buluh batu dan memperebutkan hasil panen.
Tanah yang digunakan untuk menanam padi tergolong tanah yang subur sehingga hasil panen akan memberikan kemakmuran untuk masyarakat setempat
-
3.
Pengolahan Sawah/kebun
Secara tradisonal yaitu masih menggunakan cangkul yang digunakan oleh masing-masing anggota keluarga. Jika mereka ingin menggunakan traktor, mereka harus menyewa Rp. 100.000-,/jam. Dan jika ining menggunakan sapi mereka harus menyewa Rp. 400.000-,/ hari
Lahan kosong yang belum dimanfaatkan sebagai bangunan rumah di kelola menjadi area persawahan/perkebunan sebagai sumber pendapatan
-
4.
Perkawinan
a.       Mengirim utusan dari keluarga laki-laki ke rumah perempuan untuk menanyakan orangtua si gadis apakah anak gadisnya sudah ada yang mengikat atau belum. Jika belum maka akan dilakukan kahova.
b.       Kahova (proses pinangan) dengan membawa satu sarung satu dulang.
c.        Menentukan tanggal pernikahan bagi keluarga yang bersamgkutan.
d.       Mengadakan akad nikah dirumah perempuan, sedangkan penyerahan mahar nikah dilakukan oleh keluarga kedua mempelai dirumah mempelai laki-laki
e.        Untuk pihak perempuan, masyarakat setempat wajib memberikan beras. Sedangkan untuk pihak laki-laki, masyarakat membawa uang
dengan acara perkawinan kegiatan gotongroyong antar warga yang dapat meningkatkan kehidupan social antar warga masyarakat.
-
5.
Kelahiran
Melakukan acara potong rambut yang dilakukan pendeta/ketua adat.
Jika jumlah meningkat maka angka kelahiran akan meningkat dimana akan mempengaruhi jumlah kepadatan penduduk.


6.
Kematian
Seluruh warga desa wajib dating ke rumah duka. Bagi warga yang sudah 3 kali tidak datang menghadiri kedukaan, akan mendapatkan teguran dari kepala dusun.
  • Bagi laki-laki wajib membawa parang, rotan dan bamboo untuk membuat sebuan.
  • Bagi perempuan wajib membawa gula 1 kg dan terigu 1 kg.
Meningkatnya kematian penduduk mempengaruhi angka kepadatan penduduk suatu lingkungan.

7.
Gotong-royong
  1. Umum
Untuk pernikan dan krmaian, seluruh warga wajib dating membantu.
  1. Khusus
Untuk acara syukuran hanya warga yang diundang saja yang dating membantu.
Dapat meningkatkan kebersihan lingkungan dan menjaga rasa persaudaraan antar warga masyarakat.

8.
 Naik Rumah Baru
Melakukan acara syukuran yang dipimpin oleh pendeta/ketua adat.


10.
Hari-hari Besar Agama
Tidak ada proses adat. Hanya diadakan lomba antar dusun.



4.2     Pembahasan
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
 Berdasarkan hasil pengamatan, ada beberapa hal yang perlu diketahui dan dibahas dalam laporan praktikum Kajian Lingkungan Hidup ini, secara garis besar dibagi atas beberapa hal, diawali dari Lingkungan Abiotik, Lingkungan Biotik, Demografi, Ekonomi, Tata Guna Lahan, Sosial Budaya, Pelayanan Umum, Hukum dan Kemasyarakatan, Kualitas Lingkungan Kerja dan Lingkungan Umumnya Serta Upaya Penanganan masalah Pasca Banjit/Longsor  diwilayah Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Keadaan Abiotik diwilayah Bolapapu masuk dalam kriteria “Baik”. Hal ini dilihat dari Tanah/Lahan yang ada disekitar wilayah Bolapapu, dimana bentuk lahan didaerah Bolapapu, ada gejala perubahan bentuk lahan yang sedang. Penutupan oleh tumbuhan, lebih dari 75 %. Tebal humus, kurang dari 5 cm. air tanah, drainase sedang, kurang gembur, waktu kering tidak tidak retak. Sumber mineral, adanya eksploitasi tapi belum merusak lingkungan. Ketetapan ekosistem, mantap kalau ada dengan pengelolaan secara intensif. Produktivitas, sedang, belukar dan daerah pertanian.
Pengamatan mengenai tanah dilakukan pada tiga lokasi, lokasi pertama yaitu perkebunan cokelat dimana kondisinya berwarna cokelat terang dan lembab serta teksturnya yang lumpur berpasir. Lokasi kedua yaitu pemukiman dimana kondisi tanahnya berwarna abu-abu dengan butiran pasirnya yang cukup besar serta teksturnya yang berpasir. Lokasi ketiga yaitu jalan loka (persawahan) dimana kondisi tanahnya berwarna hijau tua keabu-abuan, basah dan lembek serta teksturnya yang lumpur berpasir.
Sebuah literatur yang dikemukakan oleh Hardjowigeno (2002) menyebutkan bahwa “Warna merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah semakin gelap”. Oleh karena dari hasil pengamatan dari ketiga lokasi warna tanah tidak terlalu gelap, maka dapat disimpulkan bahwa kandungan bahan organik tanah di Desa Bolapapu cukup rendah. Hal ini juga dapat dilihat pada permasalahan yang dijumpai di lapangan, yaitu Kuantitas hasil tanaman (buah) sangat baik, namun kualitasnya kurang baik. Baik itu buah maupun tubuh tanaman. Hal ini juga dapat dilihat pada tekstur tanah di ketiga lokasi yang berpasir. Dari literatur yang sama menyebutkan bahwa “ tanah-tanah yang bertekstur pasir, karena butir-butirnya berukuran lebih besar, maka setiap satuan berat (misalnya setiap gram) mempunyai luas permukaan yang lebih kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur hara”.
Hal selanjutnya yang perlu diketahui dan dibahas adalah masalah “air”. Dimana air didaerah Bolapapu ini termasuk dalam kriteria “sangat baik”. Air berfungsi sebagai pelarut zat-zat dalam tubuh, sistem pengangkut, dan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia di dalam tubuh. Keberadaan air pada suatu ekosistem sangat memengaruhi jenis makhluk hidup yang dapat hidup. Hewan dan tumbuhan juga beradaptasi untuk menyesuaikan dengan keadaan air di lingkungannya. Dilihat dari segi warna, air didaerah Bolapapu berwarna agak cokelat. Dari segi rasa, air didaerah amatan terasa tawar. Dari segi bau, air didaerah Bolapapu tidak berbau. Dari segi kekeruhan, air agak keruh. Sedangkan dari segi kelangsungan, air didaerah Bolapapu pada musim kemarau ada perubahan tapi tidak sampai kering. Dari segi Eutrofikasi, didaerah Bolapapu ada tumbuhan air yang timbul dipermukaan hampir penuh air hujan. Penyebab warna air yang cokelat dan keruh dikarenakan pada saat pengamatan adalah musim penghujan. Menurut pendapat warga sekitar bahwa air dalam keadaan jernih ketika tidak dalam musim penghujan. Sebuah literatur menyebutkan bahwa “Apabila di dalam air media terjadi kekeruhan yang tinggi maka kandungan oksigen akan menurun, hal ini disebabkan intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam perairan sangat terbatas sehingga tumbuhan/ phytoplankton tidak dapat melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan oksigen”. Hal ini tentu saja sesuai dengan informasi yang didapatkan di lapangan, yaitu air dalam keadaan normal tingkat kekeruhannya rendah, sehingga kandungan oksigen dalam airnya pun baik. Oksigen memegang peranan penting sebagai indikator kualitas perairan, karena oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan anorganik. Selain itu, oksigen juga menentukan proses biologis yang dilakukan oleh organisme aerobik atau anaerobik. Peranan oksigen pada organisme aerobik, adalah untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik dengan hasil akhirnya adalah nutrien yang pada akhirnya dapat memberikan kesuburan perairan. Sedangkan dalam kondisi anaerobik, oksigen yang dihasilkan akan mereduksi senyawa-senyawa kimia menjadi lebih sederhana dalam bentuk nutrien dan gas.
Hal selanjutnya yang perlu diketahui dan dibahas dari daerah Bolapapu adalah “atmosfir”. Dimana atmosfer didaerah Bolapapu ini masuk dalam kriteria “sangat baik”. Penilaian ini dilihat dari beberapa aspek yang diamati, yakni dari suhu udara dimana suhu udara didaerah Bolapapu ini antara 25o C sampai 27o C. Hal ini sesuai dengan litertur yang menyebutkan bahwa “Pada umumnya mahkluk hidup rata-rata dapat bertahan hidup hanya pada kisaran suhu 00C–400C. hanya mahkluk hidup tertentu saja yang dapat hidup dibawah 00C atau diatas 400C”(Anonim, 2011). Aspek selanjutnya adalah dari sisi “tembus pandang”, dimana jarak pandang mata/tembus pandang jauh dan jelas. Aspek selanjutnya mengenai atmosfir adalah peyinaran matahari, dimana penyinaran matahari didaerah Bolapapu terlihat 6 sampai 8 jam sehari. Aspek selanjutnya yang menjadi penilaian atmosfir adalah musim hujan, dimana musim hujan didaerah Bolapapu jatuh pada bulan Maret hingga April bulan berjalan. Aspek selanjutnya yang menjadi penilaian atmosfir adalah kelembaban (%), dimana kelembaban didaerah ini antara 81% sampai 89% : 71% sampai 70%.
Air merupakan kebutuhan pokok dari setiap makhluk hidup, digunakan untuk setiap proses yang berlangsung didalam tubuh. Bahkan pada manusia kebutuhan air sangat tinggi, karena hampir 75% tubuh manusia ditunjang oleh air. Air yang banyak tersedia dialam pada umumnya mengalami penguapan (evaporasi) akibat adanya panas (dari matahari), selanjutnya air akan bergerak menuju keatas dan bersatu dengan uap-uap air lain, lalu memadat dan terbentuklah awan yang akan menghasilkan hujan.
Atmosfer merupakan pelindung bumi dari sinar matahari langsung (radiasi), sehingga didalamnya bias dihuni oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada siang hari atmosfer berfungsi melindungi bumi dari panas matahari, sedangkan pada malam hari atmosfer berfungsi untuk mencegah hilangnya panas keruang angkasa. Sinar matahari pada daerah Bolapapu hanya terlihat 6 sampai 8 jam dikarenakan pada saat praktikum sedang musim hujan, sehingga sinar matahari pada pagi dan sore hari tertutup oleh awan, sehingga tidak dapat mencapai permukaan. Selain itu, posisi daerah Bolapapu berada dilembah (lereng) sehingga sebaian sinar matahari tidak dapat mencapi permukaan karena terhalang oleh alam.
Seuai dengan permasalahan yang ditemui di lapangan yaitu terdapat 3 lokasi yang menjadi objek pengamatan, Jalan poros pada area perkebunan dimana kondisinya sangat sejuk. Lokasi kedua yaitu jalan poros pemukiman dimana kondisinya cukup sejuk dan lokasi ketiga yaitu jalan loka persawahan yang kondisinya sejuk. Dari ketiga lokasi ini menunjukkan tingkat emisinya sama, yaitu 10 %. Walaupun tingkat emisi mencapai 10 %, namun kondisi lokasi pengamatan tetap terasa sejuk. Hal ini dikarenakan cukup tersedianya pepohonan yang dapat menyerap gas-gas berbahaya bagi tubuh manusia. Adapun upaya-upaya yang dapat membantu menurunkan tingkat emisi di atmosfer yaitu seperti yang disebutkan dalam sebuah literatur :
“Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:
1.      Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita
Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
2.       Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan yang merupakan penyumbang terbesar kotornya udara. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan.
 Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan, hewan, maupun manusia. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer. Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling mepengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Komponen biotik meliputi semua faktor hidup, yaitu kelompok organisme produsen, konsumen, dan pengurai. Keadaan biotik diwilayah Bolapapu masuk dalam kriteria “sangat Baik”. Hal tersebut dapat dilihat dari keadaan /keanekaragaman tumbuhan (flora) dan hewan (fauna), dimana flora didaerah Bolapapu terdapat lebih dari 30 jenis flora dan fauna. Lalu dilihat dari jenis flora dan fauna ekonomis, dimna terdapat 11 sampai 15 jenis flora yang bernilai ekonomis, diantaranya yaitu padi, cokelat, kelapa, pisang, manggis, sawi, kol, tomat dan rica. begitu pula dengan fauna, terdapat 6 sampai 10 jenis fauna bernilai ekonomis, diantaranya yaitu Kerbau, sapi, babi, kambing, bebek, ikan dan ayam.. Sedangkan dari jenis flora dan fauna yang dilindungi, terdapat 1 sampai 2 jenis flora dan fauna yang dilindungi undang-undang. Di daerah ini juga ditemukan jenis yang dilindungi undang-undang, seperti Tarsius dan Maleo. Dari segi pemanfaatan, flora dan fauna dianggap cukup. Sedangkan potensi hama dan penyakit, potensinya sangat besar sekali.
Hal selanjutnya yang akan dibahas dan perlu diketahui adalah Demografi wilayah Bolapapu, dimana demografi wilayah Bolapapu masuk dalam kriteria  “sangat baik”. Adapun aspen pendukung hingga demografi wilayah ini masuk dalam kriteria sangat baik adalah dalam hal kepadatan penduduk desa/tradisional/transmigrasi (orang/km2), mencapi lebih dari 100 ortang. Selanjutnya adalah dari segi pertambahan penduduk (total) pertahun, selama 10 tahun terakhir, mencapai 3,10% sampai 3,50%. Sedangkan angka kelahiran per 1000  jiwa per tahun adalah lebih dari 50 jiwa. Demografi juga mencakup angka kematian bayi dan anak-anak per 1000 jiwa pertahun, dimana angkanya kematian bayi ini cukup kecil, yaitu kurang dari 25 jiwa,sedangkan angka kematian anak-anak lebih kecil lagi, yaitu kurang dari 5 jiwa. Dilihat dari sisi tenaga kerja dalam masyarakat, penduduk di Bolapapu, dimana tenaga kerjanya kurang dari 40 % penduduk dibawah 15 tahun. Sedangkan rasio perbandingan jenis kelamin didaerah Bolapapu ini, perbandingan wanita/pria atau sebaliknya 0,80% sampai 0,89%. Aspek pendukung selanjutnya adalah besarnya keluarga (ayah, ibu, dan anak), dimana sebagian besar keluarga yang tinggal dalam satu rumah mencapi 3 sampai 5 orang. Aspek selanjutnya adalah dilihat dari kesukuan dalam masyarakat yang bersangkutan, dimana didaerah Bolapapu ini terdapat lebih dari 5 suku bangsa (suku Kulawi, suku Kaili, suku Jawa, suku Bali, suku Toraja, suku Bugis, Tionghoa dll).
Ekonomi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia mencukupi kebutuhan hidupnya, namun pada laporan praktikum ini hanya akan dibahas kondisi ekonomi masyarakat di Desa Bolapapu, dimana keadaan ekonomi daerah ini masuk dalam kriteria sangat baik. Aspek pendukung keadaan ekonomi adalah dimana kesempatan kerja didaerah Bolapapu ini mencapai 5 sampai 10 persen tenaga kerja mencari kerja. Hal ini terjadi karena sebagian besar penduduk Bolapapu adalah petani, baik itu bertani (sawah) atau pun berkebun.sehingga banyak waktu luang dari masyarakat yang digunakan untuk mencari pekerjaan sampingan. Aspek selanjutnya adalah aspek pemerataan pekerjaan, (persen penduduk yang bekerja), dimana pemerataan pekerjaan diatas 40%. Aspek penunjang sangat baikknya keadaan ekonomi penduduk Bolapapu adalah pendapatan penduduk (rata-rata orang perbulan), yaitu diatas Rp. 100.000, per orang.  Aspek selanjutnya adalah keadaan harga bahan kebutuhan pokok, dimana harga bahan kebutuhan pokok lebih mahal dari indeks harga konsumen diatas 10%.
Tata guna lahan adalah salah satu hal yang menjadi objek pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan, tata guna lahan di Desa Bolapapu dikatakan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari pemukiman yang kurang dari 15 % luas wilayah, pertanian yang kurang dari 20 % luas wilayah, peternakan dan perikanan kurang dari 5 % luas wilayah serta hutan cadangan dan tempat rekreasi umum lebih dari 30 % luas wilayah. Didaerah ini, hutan dibagi dua, yaitu hutan bagian timur, dimana sebesar 10% telah terjamah tangan manusia, baik digunakan untuk lahan pertanian atau yang lainnya. Sebenarnya hutan ini merupakan bagian dari kawasan Hutan Lindung Taman Nasional Lore Lindu yang tidak boleh dikelola oleh masyarakat, selain sebagai hutan lindung, hutan ini juga berfungsi sebai hutan hujan. Hutan lainnya adal;ah hutan bagian barat, dimana hutan ini telah hampir 50% digunakan oleh masyarakat.
     Hal selanjutnya yang diamati yaitu mengenai sosial budaya di Desa Bolapapu yang masuk dalam kriteria sangat baik. Hal ini dilihat dari pendidikannya, dimana anak umur 7 sampai 12 tahun yang masih sekolah di bawah 60 %. Tingkat pendidikannya, lulusan SD dari penduduk berumur 10 tahun ke atas 10 % sampai 20 %. Dilihat pada bangunan perumahannya, permanen keadaan buruk, ketersediaan perumahan rata-rata jumlah penghuni per rumah tangga 5 orang sampai 10 orang. Keadaan kesehatan penduduk, lebih kecil dari 5% yang seminggu sekali sakit. Cara mengatasi keadaan sakit, di bawah 20 % yang mendapatkan pertolongan dokter, rumah sakit, puskesmas, mantra kesehatan dan sebagainya. Kemampuan berbahasa Indonesia di atas 60 %  jumlah penduduk. Penduduk di atas 7 tahun yang aktif menjalankan perintah agama di atas 60 %. Jumlah pemuka atau guru berbagai agama /1000 orang penduduk 5 sampai 15 orang. Adat istiadat dan budaya tradisional masih dilestarikan dan dikembangkan.
Aktifitas masyarakat yang berhubungan dengan proses adat yang dilakukan diantaranya yaitu bercocok tanam yang dalam bahasa kulawi Nopadungku, yaitu melaksanakan doa yang dipimpin oleh ketua adat/pendeta. Harus ada salah satu orang keluarga yang menanam 10 bibit padi terlebih dahulu kearah timur sebelum ditanam orang banyak. Panen, Acara perayaan panen raya warga desa dengan membuat buluh batu dimana pada buluh batu tersebut digantungkan berbagai macam hasil panen. Pada acara tersebut, pemerintah daerah setempat diundang untuk menyambut kedatangan mereka dan diadakan tarian rego. Tarian rego merupakan tarian tradisi yang dilakukan oleh enam pasang muda-mudi. Pada setiap pelaksanaan tarian rego passti turun hujan. Pada akhir acara perayaan, anak-anak SD sampai SMP akan berlomba memanjat buluh batu dan memperebutkan hasil panen. Pengolahan sawah/kebun, Secara tradisional, menggunakan pacul yang dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga. Perkawinan, Mengirim utusan dari keluarga laki-laki ke rumah perempuan untuk menanyakan orangtua si gadis apakah anak gadisnya sudah ada yang mengikat atau belum, maka akan dilakukan katioraa (proses pinangan) dengan membawa 1 sarung dalam 1 dalang, menentukan tanggal pernikahan bagi keluarga yang bersangkutan., mengadakan akad nikah di rumah perempuan sedangkan penyerahan mahar nikah dilakukan oleh keluarga kedua mempelai di rumah mempelai laki-laki. Untuk pihak perempuan, masyarakat setempat wajiib memberikan beras, sedangkan untuk pihak laki-laki masyarakat memberikan uang Rp. 50.000/Rp. 100.000.  Pada Kegiatan Kelahiran, Melakukan acara potong rambut yang dilakukan pendeta/ketua adat. Sedangkan ketika ada kematian, Seluruh warga desa wajib datang ke rumah duka. Bagi warga yang sudah 3 kali tidak datang menghadiri kedukaan, akan mendapatkan teguran dari kepala dusun. Bagi laki-laki wajib membawa parang, rotan dan bamboo untuk membuat sebuan. Bagi perempuan wajib membawa gula 1 kg dan terigu 1 kg. Kegiatan lainnya yaitu gotong royong, naik rumah baru dan hari-hari besar agama.
Pembahasan selanjutnya adalah mengenai pelayanan umum didaerah Bolapapu, dimana pelayanan umum didaerah ini sudah sangat baik/memadai. Hal ini dapat dilihat dariberbagai macam sarana pendidikan yang ada didesa ini, diketahui bahwa didaerah ini srana pendidikan sangat lengkap, dari TK sampai SMA ada didaerah ini yang juga merupakan ibu kota Kecamatan Kulawi. Sarana selanjutnya yang dilihat adalah besar kelas (rata-rata jumlah siswa/kelas). Daya tamping satu kelas secara rata-rata dapat mencapai 30 sampai 35 orang perkelas, ini berarti ruangan kelas cukup besar dan sesuai standar yang ditentukan. Selain sarana dan prasarana, aspek lain yang mendukungpelayanan umum tentunya adalah sumber daya manusia, dimana tingkat pendidikan guru SD, paling rendah adalah SPG (Sarjana Pendidikan Guru), hal ini merupakan indicator baiknya pelayanan pendidikan didaerah ini serta dapat meningkatkan minat masyarakat (orang tua) untuk menyekolahkan anaknya. Secara umum dapat dikatakan pelayanan ini sangat baik. SDM selanjutnya yang tak luput dari perhatian adalah dalam bidang pelayanan kesehatan(termasuk dokter), yakni terdapat lebih dari 10 orang pelayan kesehatan per 100 orang penduduk. Aspek selanjutnya yang sangat mendukung adalah saranabtransportasi, dimana didaerah Bolapapu ini tempat-tempat penting dapat didatangi dengan kendaraan umum dengan jumlah sedikit, hal ini dikarenakan medan yang berat serta kondisi jalan yang masih belum memadai. Perlu ada perbaikan dari banyak sector, sehingga sarana transportasi dapat dikembangkan dan daerah-daerah penting dapat dikunjungi dengan jumlah (orang) yang banyak serta dengan kendaraan umum dengan jumlah yang banyak pula. Aspek selanjutnya adalah dalam hal pelayanan air bersih, dimana pelayanan air telah sangat maksimal, yakni lebih dari 200 orang setiap 1000 orang. Selanjutnya aspek yang dinilai adalah dalam pelayanan listrik, dimana pelayan telah sangat maksimal, yakni lebih dari 200 orang per 1000 jiwa.
Setelah pelayanan umum yang dibahas, selanjutnya adalah tentang hokum dan kemasyarakatan yang ada diwilayah Bolapapu, dimana bahasan hokum dan kemasyarakatan ini masuk dalam kriteria sangat baik. Dimana criteria ini dilihat dari aspek-aspek berikut. Pertama dilihat dari tingkat kriminal, jumlah kejahatan, kekerasan/100 orang/tahun, didaerah Bolapapu ini terdapat 5 sampai 10 orang/kasus tiap 100 orang/tahun, hal ini termasuk sudah sangat rendah jika dibandingkan didaerah perkotaan. Hal ini terjadi karena adanya aturan adat yang mengikat setiap individu yang berada didaerah tersebut. Hukum yang mengikat di Desa Bolapapu ada 2, yaitu Hukum adat dan hukum pemerintahan. Kedua hukum ini berjalan seiring, dimana aturan adat yang berlaku adalah budaya-budaya masyarakat yang ada dan dipadukan dengan sisi kepercayaan yang mengatur semua tatanan sosial terhadap lingkungannya, mulai dari adanya hukuman adat dari masyarakat bila terbukti merusak lingkungan baik itu masyarakat lokal ataupun masyarakat dari luar mereka mempercayai jika dilakukan perusakan terhadap lingkungan yang ada maka mereka akan mendapatkan malapetaka. Hal ini tentu sangat membantu dalam hal penegakan hukum diwilayah tersebut. Aspek yang diperhatikan adalah dalam kasus pencurian, dalam kasus ini, rupanya kesadaran masyarakat sudah sangat baik, dimana hanya terdapat kurang dari 10 kasus/1000 orang/tahun. Hal ini tidak lari dari masih kuatnya budaya gotong royong dalam masyarakat Kulawi, khususnya didaerah Bolapapu. Selain itu orang yang kedapatan mencuri, tidak langsung diserahkan kepada pihak berwajib (polisi) melainkan dibawa kedewan adat untuk mendapat sanksi sesuai adat dan kesepakatan masyarakat. Secara otomatis orang yang kedapan mencuri tersebut akan mendapat sanksi social yang lebih tinggi dari masyarakat itu sendiri. Kearifan lingkungan atau kearifan lokal masyarakat (local wisdom) sudah ada di dalam kehidupan masyarakat Desa Bolapapu semenjak zaman dahulu mulai dari zaman kerajaan hingga saat ini, kearifan lingkungan merupakan perilaku positif manusia dalam berhubungan dengan alam dan lingkungan sekitarnya yang dapat bersumber dari nilai-nilai agama, adat istiadat, petuah nenek moyang atau budaya setempat (Wietoler, 2007), yang terbangun secara alamiah dalam suatu komunitas masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, perilaku ini berkembang menjadi suatu kebudayaan di suatu daerah dan akan berkembang secara turun-temurun, secara umum, budaya lokal atau budaya daerah dimaknai sebagai budaya yang berkembang di suatu daerah, yang unsur-unsurnya adalah budaya suku-suku bangsa yang tinggal di daerah itu. Aspek penilaian selanjutnya adalah masyarakat yang putus sekolah, dimana didaerah ini masyarakat yang putus sekolah kurang dari 10 orang/1000 orang/tahun. Hal ini disebabkan oleh telah lengkapnya sarana dan prasarana sekolah yang ada didaerah Bolapapu tersebut. Terdapat sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Setelah membahas tentang Hukum dan Masyarakat, selanjutnya hal yang akan dibahas adalah Kegiatan Umum masyarakat sekitar Bolapapu. Kegiatan Umum yang dimaksud disini adalah tentang kegiatan masyarakat diluar dari pemerintahan dan pekerjaan utama masyarakat Bolapapu. Kegiatan Umum masuk didaerah ini masuk dalam kriteria sedang. Hal ini dikafenakan oleh kurangnya kegiatan masyarakat skekitar bolapapu tersebut. Aspek yang dinilai meliputi berbagai hal/bidang, diantaranya: pertama aspek yang dinilai adalah mengenai perencanaan pengelolaan lingkungan yang baik oleh masyakat dan pemerintah, dalam hal ini masyarakat memiliki perencanaan yang belum baik. Aspek selanjutnya adalah dalam hal kegiatan gotong-royong, kegiatan ini hanya terlihat sesekali terjadi kegiatan gotong-royong. Kegiatan gotong royong yang dimaksudkan disini adalah  adanya pembangunan tenda ketika ada sebuah pernikahan atau kedukaan. Sebelum bencana banjir terjadi, sebenarnya kegiatan gotong royong dilakukan tiap minggu yaitu kegiatan pembersihan lingkungan. Namun pasca banjir, kegiatan itu tidak lagi dicanangkan. Selain kegiatan gotong royong, terdapat juga kegiatan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu LSM keagamaan untuk Kristen dan Islam dan LSM KPB (Kelompok Peduli Bencana). Isu permasalahan antar kelompok masyarakat juga biasa dijumpai, namun hal tersebut masih dapat diatasi.
Pengamatan selanjutnya adalah tentang Kualitas Lingkungan kerja dan lingkungan umumnya, dimana bagian ini memiliki kriteria yang cukup baik. Dilihat dari kesehatan lingkungan kerja yang sudah membaik, namun fasilitas pelayanan sanitasi perlu diperbaiki. Pengelolaan limbah terbilang buruk, dimana penumpukan terbuka dan penyia-nyian limbah. Wilayah penghijauan sangat baik, ikhtisar pemeliharaan dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Fasilitas pelayanan yang cukup baik yang dimaksudkan adalah adanya tersedia puskesmas dan para medisnya. Namun fasilitas sanitasinya perlu perhatian lebih lanjut. Pengelolaan limbah juga belum terlaksana, dimana terjadi penumpukan limbah rumah tangga atau limbah pemukiman. Limbah pemukiman ini mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta detergen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri, contohnya sisa sayuran, buah-buahan dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik seperti karet, plastik, atau kaca. Khusus untuk sampah anorganik, masyarakat masih perlu dan butuh bantuan dari pemerintah untuk mengolahnya, apabiala msalah ini dibiarkan lebih lanjut akan dapat merusak lingkungan. Karena sampah anorganik sangat sulit untuk diurai dialam.
Selanjutnya yaitu mengamati Upaya penanganan pasca banjir bandang/longsor di Desa Bolapapu. Banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi, diikuti pula dengan kerusakan hutan yang semakin meluas. Banjir yang terjadi  disertai dengan tanah longsor telah menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan kehidupan. Upaya ini dianggap belum cukup baik, walaupun dalam penanganan adatnya sudah dilaksanakan kegiatan ritual yang biasa disebut oleh warga desa “potapahi bo patinuvui ngata” yang artinya adalah proses adat cuci kampung dan syukuran pasca banjir agar tehindar dari segala bencana dan marabahaya. Hal ini dilakukan atas dorongan dari majelis adat Kulawi serta tokoh agama setempat. Adapun proses dari ritual ini yaitu dengan cara menyembeli 4 ekor kerbau, dimana kerbau tersebut ada yang dihanyutkan di sungai dan ada yang tidak dihanyutkan. Sedangkan Penanganan pemerintah dan masyarakat terhadap pengelolaan limbah masih dianggap buruk, terjadi penumpukan terbuka penyia-nyian limbah.  Hal ini dikarenakan keterbatasan fasilitas/alat, namun beberapa usaha yang terlaksana yaitu diantaranya normalisasi sungai, membuat beroncong untuk penahan banjir di beberapa titik sungai yang dianggap rawan, membuat rumah-rumah altternatif untuk para korban dan penanaman pohon pelindung dipinggiran sungai yang dianggap rawan.
  Upaya penanganan pasca banjir bandang/longsor
a.       Penanganan pemerintah
-          Secara manual dari masyrakat sekitar
-          Belum adanya penanganan yang maksimal karena adanya keterbatasan fasilitas/alat
-          Pengelolaan upaya penangan pasca banjir oleh pemerintah desa :
1.      Normalisasi sungai
2.      Membuat beronjong untuk penahan banjir dibeberapa titik sungai yang dianggap rawan.
3.      Membuat rumah-rumah alternatif untuk para korban
4.      Penanaman pohon pelindung dipinggiran sungai yang dianggap rawan.
b.      Penanganan masyarakat
-          Hanya melakukan gotong royong pembersiha sungai
-          Organisasi hanya bekerja sama dengan  pemerintah mengenai pengantisipasian banjir.
74.  Tindakan pemerintah desa dan kecamatan terhadap :
a.       Penebangan liar
Membuat aturan-aturan yang mengikat masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal tersebut baik aturan dari adat maupun aturan dari pemerintah.
b.      Pembukaan lahan perkebunan/pertanian baru
-          Setiap satu keluarga diberi lahan seluan 1Ha.
-          Membatasi pembukaan lahan secara besar-besaran karenarawan banjir
-          Penanaman pohon di setiap lahan-lahan untuk mengantisipasi banjir dan longsor.
Dari hasil pengamatan Tabel hubungan budaya dan lingkungan yaitu Bercocok tanam proses adat yang dilakukan yaitu Nopadungku, melaksanakan pembacaan doa yang dipimpin oleh pendeta atau ketua adat. Harus ada salah seorang keluarga yang menanam 10 benih padi terlebih dahulu kearah timur sebelum ditanam orang banyak. Hubungan dengan lingkungan yaitu lingkungan desa memlih tanah yang tergolong subur sehingga padi tumbuh dengan subur. Hubungan dengan peraturan pemerintah agama yaitu tidak ada karena hanya proses adat yang dilakukan pada satt bercocok tanam.
 Panen proses adat yang dilakukan Pobunca yaitu acara perayaan panen raya desa dengan membuat Bulu Batu (Bambu). Dimana pada Bulu batu tersebeut digantungkan berbagai macam hasil panen. Pada acara tersebut pemerinah daerah diundang untuk menyambut mereka diadakan Tarian Rego. Tarian Rego merupakan tarian tradisi yang dilakukan oleh 6 pasang muda mudi. Pada setiap pelaksanaan tarian Rego pasti turun hujan pada saat melaksanakan tarian Rego kenapa turun hujan hal ini belum bias dijawab oleh masyarakat yang berada di Desa Bolapau. Pada akhir acara perayaan anak Sd sampai SMP akan berlomba memanjat Bulu Batu (Bambu) memperubatkan hasil panen. Hubungan dengan lingkungan yaitu tanah yang digunakan untuk menanm padi tergolong tanah yang subur sehingga hasil panen akan memberikan kemakmuran untuk masyarakat setempat.
Pengelolaan Sawah/Kebun yaitu secara tradisional menggunakan pacul oleh masing-masing keluarga. Mereka ingin menggunakan traktor mereka harus membayar Rp. 100.000,-/Jam. Dan jika ingin menggunakan sapi harus menyewa Rp. 400.000,-/hari. Jadi masyrakat banyak menggunakan pacul untu mengelolah sawah. Hubungan dengan lingkungan yaitu lahan yang kosong yang belum dimanfaatkan sebgai bangunan rumah dikelola menjadi area persawahanperkebunan sebagai sumber pendapatan.
Perkawinan proses adat yang A. Mengirim utusan dari laki-laki kerumah perempuan untuk menanyakan orangtua si gadis apakah anak gadisnya sudah ada yang mengikat atau belum. Jika belum dilakukan Kahofa. B. Kahofa  yaitu proses pinangan dengan membawah satu sarung dalam satu dulang. C. Menentukan tanggal pernikahan bagi keluarga yang bersangkutan. D. Mengadakan akad nikah dirumah perempuan sedangkan penerahan mahar nikah dilakukan oleh keluarga kedua mempelai dirumah mempelai lai-laki. E. Untuk Pihak perempuan masyarakat setempat wajib membawakan beras sedangkan pihak laki-laki masyarakat wajib memberikan uang Rp. 50.000,- atau Rp. 100.000,-. Proses adat yang dilakukan  yaitu dengan cara perkawinan kegiatan gotong royong antar warga dapat menigkatkan kehidupan social antar  warga masyarak karena dengan adanya pesta perkawinan khusu buat laki-laki wajib membantu dengan membawa Parang, dan Bambu.
Kelahiran proses adat yang dilakukan yaitu melakukan acara potong rambut yang dilakukan oleh pendeta atau ketua adat. Hubungan dengan lingkungan yaitu Jika jumlah kelahiran maka angka kelahiran akan meningkat dimana akan mempengaruhi jumlah kepadatan penduduk.
Kematian proses adat yang dilakukan yaitu Seluruh warga  desa dating kerumah duka. Bagi warga yang 3 kali tidak datng menghadiri kedukaan akan mendapatkan teguran dari kepala dusun. Bagi laki-laki wajib membawa parang, rotan, dan bamboo untuk membuat Sabuah sedangkan perempuan wajib membawa Gula 1kg dan Terigu 1kg.  Hubungan dengan lingkungan yaitu, meningkatnya kematian penduduk mempengaruhi kurangnya angka kepadatan penduduk suatu lingkungan.
Gotong royong proses adat yang dilakukan yaitu A. umum untuk pernikahan dan kematian seluruh warga wajib datang membantu. B. Khusus untuk acara syukuran. Hanya warga yang diundang saja yang datang. Hubunga dengan lingkungan yaitu dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan hubungan silaturahmi antar warga masyarakat.
Naik rumah baru proses adat yang dilakukan yaitu melakukan acara sykuran yang dipimpin oleh ketua adat/pendeta. Hubungan dengan lingkungan yaitu meningkatkan rasa kekeluargaan dan menjelajahi hubungan silaturahmi antar warga masyarakat.
Hari Besar Agama proses adat yang dilakukan yaitu tidak ada proses adat. Hanya saja  diadakan lomba antar dusun. Hubungan dengan lingkungan yaitu sebagai ungkapan rasa syukur.
Hubungan adat yang berkaitan dengan agama dari hasil wawancara dengan warga di Desa Bolapapu yaitu tidak ada
            Dari kesemua hasil pengamatan tentang Hubungan Budaya dan Lingkungan yaitu Bagi adat yang melanggar dari aturan pemerintah dan agama akan dihilangkan dari peraturan Adat.
            Sejarah Desa Bolapau Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Bolapapu beararti sebuah kampung yang terbakar. Didaerah ini dikenal orang yang berpengaruh yang sekarang di kenal dengan ‘Raja’ Akan tetapi sebelum mengenal pemerintahan lebih dikenal dengan Maradika.
1.      Hangkalea
Seorang pahlawan wanita dari seorang ibu yang mampu menahan Belanda memasuki desa. Bahkan pada Tahun 1910, Hangkalea jatuh sakit dan Kepemimpinannya berakhir.
2.      Togouwa Langi (1910-1915)
Seorang panglima perang atau dikenal dengan Tadulako. Pada saat pengarah Kepemimpinan Togawa Langi, Belanda mencoba membuat strategi untuk memasuki Kulawi Selama 9 Bulan.
PadaTanggal 6 April 1917, Belanda akhirnya memasuki Kulawi. Dengan ancaman menggunakan surat edaran yang menyatakan  bahwa jika panglima perang tidak mengizinjan masuk maka Belanda akan membumi hanguskan Kulawi. Dimana Beland mempunyai siasat lain dengan mengadudombakan masyarakat kulawi.
Kemudian, terjadilah perlawanan di daerah gunung Momi sehingga dinamakan Perang Bulu Momi antar Togawa angi dengan Belanda. Karena Togawa Langi tidak mudah menyerah, akhirnya Belanda mengumpulkan para tetua untuk memilih Raja sebagai emimpin berikutnya. Akan tetapi ada sato orang yang tidak datang.
Akhirnya terpilihlah Djiloy sebagai Raja pertama dan Pemerintahan Belanda.
3.      Seorang Raja yang dipilih oleh pemerintah Belanda untuk memimpin rakyat kulawi. Bencana Raja Djiloy ini telah dipengaruhi oleh Belanda. Sebagai taktik Belanda untuk menguasai kulawi sehinggah dibangunlah Pesanggarahan.


BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari laporan praktikum ini adalah sebagai berikut:
ü  Keadaan abiotik di Desa Bolapapu termasuk dalam kategori baik.
ü  Keadaan biotik di Desa Desa Bolapapu termasuk dalam kategori baik.
ü  Keadaan demografi di Desa Desa Bolapapu termasuk dalam kategori Sangat baik.
ü  Keadaan ekonomi di Desa Desa Bolapapu termasuk dalam kategori Sangat baik.
ü  Keadaan tata guna lahan di Desa Bolapapu termasuk dalam kategori Sangat Baik
ü  Keadaan sosial budaya di Desa Bolapapu termasuk dalam kategori Sangat baik.
ü  Keadaan pelayanan umum di Desa Bolapapu termasuk dalam kategori Sangat Baik
ü  Keadaan hukum dan kemasyarakatan di Desa Bolapapu termasuk dalam kategori Sangat Bak
ü  Keadaan kegiatan umum di Desa Desa Bolapapu termasuk dalam kategori sedang.
ü  Keadaan kualitas lingkungan di Desa Desa Bolapapu termasuk dalam kategori baik
ü  Keadaan upaya penanganan pasca banjir di Desa Bolapapu termasuk dalam kategori Sedang
5.2  Saran
Untuk praktikum selanjutnya, sebaiknya praktikan lebih memperhatikan bimbingan dari Asiten dan Dosen pembimbing dan sebaiknya Asisten dan Dosen pembimbing lebih memperhatikan praktikan, karena kemampuan praktikan yang masih sangat kurang dan dengan segala keterbatasan yang ada pada para praktikan, terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar