Makalah
BELAJAR DAN
PEMBELAJARAN
KemampuanManusiaMenurutParahAhli

O
L E H
KELOMPOK I
RAHMATUL IRFAN A
221 11
KUSUMANINGRAT A
221 11 051
USWATUN HASANNAH A
221 11
NURHILDA A
221 11
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN
PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TADULAKO
2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan
hidayah-Nyalah sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “BELAJAR DAN
PEMBELAJARAN” dengan
waktu yang telah diberikan, dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
namun demikian penyusun telah berusaha semaksimal mungkin agar hasil dari tulisan
ini tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang ada.
Dengan terselesaikannya makalah
ini, penyusun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen serta teman-teman
mahasiswa pendidikan biologi yang telah banyak membantu penyusun dalam
penyusunan makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini, dan
mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Palu, Maret
2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
HALAM
JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang................................................................... 1
1.2 Rumusan
masalah............................................................... 2
1.3 Tujuan................................................................................ 2
BABII : PEMBAHASAN
1.1 PengertianManusia…………………………….............. 3
1.2
PengertianKemampuan (Abillity)……………………….
3
1.3
PengertianKemampuanManusiaMenurut Para Ahli…...
4
BAB 5 : PENUTUP
5.1
Kesimpulan........................................................................ 10
5.1
Saran.................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Kemampuan
seseorang seringkali dihubungkan dengan nilai yang ia peroleh dalam mengikuti
pendidikan. Terlalu sering ada anggapan bahwa nilai-nilai yang seseorang
dapatkan sudah cukup untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seseorang. Dalam
hal ini nilai yang dimaksud adalah penilaian secara kuantitatif dan seakan-akan
mengabaikan aspek kualitatifnya.
Fenomena
ini sering kita dapatkan diberbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Pendidikan
Dasar, Pendidikan Menengah Lanjutan, bahkan sampai pada Perguruan Tinggi. Hal
ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam menentukan kemampuan seseorang.
Pada dasarnya, kualitas otak seseorang bisa
dikaitkan dengan intelegensi atau tingkat kecerdasan seseorang. Seperti halnya
bahwa individu itu memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dan lainnya, intelegensi antara orang
yang satu dan lainnya pun tidaklah sama, sekali pun mereka adalah kembar
identik. Intelegensi ini adalah sesuatu yang unik dan rumit.
Inteligensi itu sendiri ialah kemampuan yang dibawa
sejak lahir, yang memungkinkan seorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu.
Dari pernyataan tersebut masih terdapat hal yang tidak bisa dipahami dengan
mudah. Hubungan antara intelegensi dan pencapaian seseorang tidak bisa hanya
dengan definisi tersebut.
Makalah ini di buat
untuk menjawab kemampuan manusia dalam hal ini dari sudut pandang para ilmuan.
1.2
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yakni :
1. Apa
itu manusia?
2. Apa
itu kemampuan (ability)?
3. Bagaimana
pendapat para ahli mengenai kemampuan manusia?
1.3
Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini
adalah:
1. Untuk
mengetahui pengertian manusia
2. Untuk
mengetahui pengertian kemampuan
3. Untuk
mengetahui pendapat para ahli mengenai kemampuan manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1
Pengertian Manusia
NICOLAUS D. & A.
SUDIARJA Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah
jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu
barang.
Para penganut teori
psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan).
Menurut aliran ini manusia adalah makhluk yang memiliki perilaku hasil
interaksi antara komponen biologis (id), psikologis (ego) dan sosial
(superego), Di dalam diri manusia terdapat unsur animal (hewani), rasional
(akali), dan moral (nilai).
1.2
Pengertian
Kemampuan Manusia
Di
dalam kamus bahasa Indonesia, kemampuan
berasal darikata “mamp” yang berarti kuasa
(bisa, sanggup, melakukan sesuatu,dapat, berada,
kaya, mempunyai harta berlebihan).
Kemampuanadalah
suatu kesanggupan dalam melakukan sesuatu.
Seseorang dikatakan mampu apabila ia bisa
melakukan sesuatu yang harus ia lakukan.
Sedangkan
menurut Robbins kemampuan bisa merupakan
kesanggupan bawaan sejak lahi, atau merupakan
hasil latihan atau praktek.
pengetian kemampuan dari skripsi Endri Meylasari : Mampu
berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu; dapat; berada; kaya; mempunyai
harta berlebih.
Akhmad
Sudrajat membagi kemampuan menjadi dua jenis, yaitu:
a. actual
ability, Actual ability atau kecakapan nyata merupakan kecakapan yang diperoleh
karena belajar yang dapat segera didemonstrasikan atau diuji sekarang.
b. potential
ability. Potential ability atau kecakapan potensial merupakan aspek kecakapan
yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan.
1.3
Pengertian
Intelegensi Menurut Para Ahli
Intelegensi
berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga berasal
dari bahasa latin yaitu “Intellectus dan intelligantia atau intelleger”.
Intelek
adalah kemampuan jiwa atau psikis yang relatif menetap dalam proses berpikir
untuk membuat hubungan-hubungan tanggapan, serta kemampuan memahami,
menganalisis, mensintesiskan, dan mengevaluasi. Intelektual berfungsi dalam
pemben-tukan konsep yang dilakukan melalui pengindraan pengamatan, tanggapan,
ingatan, dan berpikir.
Teori
tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol
pada tahun 1951. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai
suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal
pengetahuan sejati. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan
“Nous”, sedangkan penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. Intelegensi berasal
dari kata Latin yang berarti memahami,jadi intelegensi adalah aktivitas atau
perilaku yang merupakan perwujudan dari daya atau potensi untuk memahami
sesuatu. Menurut para ahli intelegensi
adalah :
Ø Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah
kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi
baru.
Ø K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah
perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.
Ø David Wechster (1986). Definisinya mengenai
intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan
akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Namun di lain kesempatan ia
mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah,
berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
Ø William Stern mengemukakan batasan sebagai
berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan
baru, dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya.
William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan
dasar dan turunan, pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada
intelegensi seseorang.
Ø Alfred Binet mengatakan bahwa intelegensi
bersifat monogenetik yaitu berkembang dari suatu faktor satuan. Menurutnya
intelegensi merupakan sisa tunggal dari karekteristik yang terus berkembang
sejalan dengan proses kematangan seseorang.
Ø Edward Lee Thorndike, teori Thorndike menyatakan
bahwa intelegensi terdiri dari berbagai kemampuan spesifik yang ditampilkan
dalam wujud perilaku intelegensi.
Ø Charles
Spearman, seorang
sarjana dari Inggris adalah penemu adanya dua faktor utama, yaitu : faktor G
(general) dan faktor S (spesifik). Secara lebih terperinci, Spearman membagi
intelegensi menjadi dua faktor, yaitu :
a.
Faktor
G, yang mencakup semua kegiatan intelektual yang dimiliki oleh setiap orang
dalam berbagai derajad tertentu. Contohnya penyanyi, orang yang mempunyai suara
yang merdu dengan musikalitas yang tinggi tanpa latihan. General factor
mempunyai beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut:
1. Merupakan kemampuan umum yang dibawa
sejak lahir
2. Bersifat konstan
3. Dipergunakan dalam setiap kegiatan
individu
4. Jumlah faktor G setiap individu
berbeda
5. Semakin besar jumlah G yang ada
dalam diri seseorang, maka makin besar kemungkinan kesuksesan hidupnya
b. Faktor S, yang mencakup berbagai
faktor khusus tertentu yang relevan dengan tugas tertentu. Contohnya pianis,
dengan latihan yang giat setiap orang dapat bermain piano dengan baik. Atau
seorang ahli matematika, dengan terus menerus berlatih mengerjakan soal-soal
matematika seseorang akan dapat mengerjakan soal dengan baik. Specific factor
mempunyai beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut:
1. Dipelajari dandiperoleh dari
lingkungan
2. Bervariasi dari kegiatan yang satu
dengan lainnya dari individu yang sama
3. Jumlah muatan S pada tiap-tiap
individu berbeda
Kedua faktor diatas terkadang tumpang tindih dan terkadang
pula terlihat berbeda. Menurut Spearman, faktor G lebih banyak mewakili segi
genetis dan faktor S lebih banyak diperoleh melalui latihan dan pendidikan.
Kedua faktor diatas sangat penting untuk melihat kemampuan individu saat
berpindah dari situasi satu ke situasi yang lainnya.
Ø Pengertian
Inteligensi (Chaplin)
Dibagi dalam 3 macam :
1. Kapasitas : keseluruhan kemampuan
intelektualyang dimiliki oleh seseorang (sulit terukur)
2. Potensi : Kemampuan intelektual
seseorang yang seharusnya dapat ia tampilkan dan dikembangkan secara maksimal
3. Fungsi : Penampilan tingkah laku
seseorang yang menggambarkan tingkat kecerdasannya (bila fungsi berkembang max
= potensi
Dari batasan yang dikemukakan di
atas, dapat kita ketahui bahwa:
a. Intelegensi itu ialah faktor total
berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan, fantasi,
penasaran, perhatian, minat dan sebagainya juga mempengaruhi intelegensi
seseorang).
b. Kita hanya dapat mengetahui
intelegensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak. Intelegensi hanya
dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung melalui “kelakuan
intelegensinya”.
c. Bagi suatu perbuatan intelegensi
bukan hanya kemapuan yang dibawa sejak lahir saja, yang penting faktor-faktor
lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan.
d. Bahwa manusia itu dalam kehidupannya
senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru, dapat memikirkan dan
menggunakan cara-cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu.
Ø Seto
Mulyadi (2003) bahwa dalam tes IQ dan bahkan pendidikan secara umum sekarang
ini hanya cenderung menekankan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa.
Ø Dalyono
(1997) mengatakan bahwa seseorang yang memiliki intelegensi baik (IQ-nya
tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnya pun cenderung baik. Sebaliknya orang
yang intelegensinya rendah cenderung mengalami kesukaran dalam belajar, lambat
berpikir, sehingga prestasi akademiknya pun rendah.
David Wechsler (dalam Azwar, 2004) mendefinisikan
intelegensi adalah kumpulan atau totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak
dengan tujuan tertentu, berfikir secara rasional serta menghadapi lingkungannya
dengan efektif, dari definisi tersebut nampak adanya pengaruh yang signifikan
antara intelegensi terhadap prestasi akademik. Salah satu faktor lain yang
mempengaruhi prestasi akademik seseorang adalah motivasi belajarnya.
Berdasarkan pembahasan sebelumnya, penilaian atau skor
tes diperoleh dari hasil pengerjaan tes pada periode tertentu. Dan skor tes
hanyalah menggambarkan keadaan sesuai dengan lingkup materi yang dimasukan
dalam tes itu.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan dalam makalah ini adalah:
1.
NICOLAUS D. & A. SUDIARJA Manusia
adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani
akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
2.
Kemampuanadalah suatu
kesanggupan dalam melakukan sesuatu.
Seseorangdikatakan mampu apabila ia bisa
melakukan sesuatu yang harus ia lakukan.
3.
Mendefinisikan intelegensi sebagai
serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah
atau produk sebagai konsekuensi seksistensi suatu budaya tertentu.
3.2
Saran
Adapun saran dalam pembuatan makalah
ini di perlukan pemahaman lebih terhadap setiap literatur yang digunakan
sehingga akan mudah memahami antara setiap[ teori yang ada.
“Fikiran manusia adalah magnet yang
paling kuat di alam semesta…Di dalam diri anda terdapat magnet yang lebih kuat
daripada segala sesuatu yang ada di dunia…daya magnet itu dipancarkan melalui
fikiran-fikiran anda….” (Rhonda Byrne, penulis buku The Secret).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,
2011. Kenali Potensi dan Intelegensi
Anda. (Online). (http://rinyyunita.wordpress.com/2009/01/16/potensi-intelegensi/#comment-624).diakses 05Maret2013