Kamis, 13 Juni 2013

METODE PEMECAHAN MASALAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kegiatan guru didalam kelas meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar. Kegiatan mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi) kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Memberi ganjaran dengan segera, mengembangkan hubungan yang baik antara guru dan siswa, mengembangkan aturan permainan dalam kegiatan kelompok adalah contoh-contoh kegiatan mengelola kelas.
Dalam kenyataan sehari-hari kedua jenis kegiatan itu menyatu dalam kegiatan atau tingkah laku guru sehingga sukar dibedakan. Namun demikian, pembedaan seperti itu sangat perlu, terutama apabila kita ingin menanggulangi secara tepat permasalahan yang berkaitan dengan kelas.
Peran seorang guru pada pengelolaan kelas sangat penting khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Itu karena secara prinsip, guru memegang dua tugas sekaligus masalah pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas.Tugas sekaligus masalah pertama, yakni pengajaran, dimaksudkan segala usaha membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Kegagalan seorang guru mencapai tujuan pembelajaran berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator dari kegagalan itu seperti prestasi belajar murid rendah, tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu, pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting. Usman dalam salah satu bukunya mengemukakan bahwa suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur murid dan sarana pembelajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan diangkat dalam makalah ini adalah bagaimana pemecahan masalah sosial didalam kelas.

1.3  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui cara/metode pemecahan masalah sosial didalam kelas.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pemecahan Masalah Sosial (Social Problem Solving) didalam Kelas
Masalah social didalam kelas bukanlah hal yang mudah ditangani, menjadi seorang guru, berarti harus mampu mendeteksi secara dini masalah-masalah social yang ada didalam kelas. Selain itu, seorang guru dituntut ubtuk mampu menyelesaikan masalah-masalah social tersebut tanpa harus menambah masalah yang baru. Pada intinya seorang guru dituntut untuk aktif dan kreatif didalam maupun diluar kelas.
1.      Pengertian Problem solving
Metode pemecahan masalah merupakan metode mengajar yang banyak mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Siswa diberi motivasi untuk mau berfikir, menganalisa suatu persoalan, memecahkan persoalan, dan membuat suatu kesimpulan. Aktifitas belajar yang ditempuh siswa dapat dilakukan secara kelompok maupun individu, tergantung pada target kemampuan dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Metode pemecahan masalah sering juga digunakan dalam pembelajaran terpadu maupun kontekstual karena pembelajaran ini dikembangkan secara integritas antara kemampuan siswa dengan topik bahasan maupun lingkungan. Topik masalah yang akan dibahas siswa harus sesuai dengan perkembangan zaman. Metode ini cenderung menggunakan pendekatan dimana aspek pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap dikembangkan dan dibangun oleh siswa sendiri di bawah bimbingan guru.
2.      Tujuan Problem Soving
Tujuan utama dari penggunaan Problem Solving adalah mengembangkan kemampuan siswa memecahkan masalah secara tepat. Adapun tujuan spesifik Problem Solving adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan minat siswa untuk mencoba menyelesaikan masalah dan meningkatkan kemampuan mereka memecahkan msalah.
2.  Mengembangkan kemampuan konsep diri siswa sesuai dengan kemampuan untuk memecahkan masalah.
3.  Membuat siswa tanggap dengan strategi-strategi Problem-solving.
4.  Membuat siswa tanggap dengan nilai-nilai pendekatan masalah dalam cara yang sistematis.
5.  Membuat siswa dapat menyelesaikan masalah dalam lebih dari satu cara.
6.  Mengembangkan kemampuan siswa untuk memilih strategi penyelesaian yang sesuai..
7.  Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengimplementasikan strategi penyelesaian secara akurat.
8.  Meningkatkan kemampuan siswa untuk memperoleh jawaban yang lebih tepat dari permsalahan.
3. Karakteristik metode Problem Solving
Metode problem solving memiliki karakteristik yang berbeda dengan metode-metode lainnya, yaitu:
  • Menggunakan pendekatan induktif (siswa belajar mulai dari hal yang khusus sampai pada hal yang umum)
  • Memberikan tantangan kepada siswa untuk lebih aktif belajar
  • Merupakan metode ilmiah
4.      Prosedur metode pemecahan masalah
Berikut ini adalah prosedur formal ketika seorang guru akan menerapkan metode problem solving didalam kelas:
  • Merumuskan dan membatasi masalah. Masalah yang akan dibahas siswa biasanya adalah masalah aktual dalam kehidupan sehari-hari yang sangat kompleks. Oleh karena itu siswa harus merumuskan masalah terlebih dahulu menjadi masalah yang jelas dan membatasi masalah tersebut.
  • Merumuskan dugaan dan pertanyaan. Guru membimbing siswa untuk membuat pertanyaan atau merumuskan dugaan atas jawaban dari permasalahan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan.
  • Mengumpulkan data atau mengolah data. Data dapat diperoleh dari berbagai sumber misalnya buku, dokumen, atau informasi langsung dari nara sumber yang kemudian dapat digunakan untuk menjawab permasalahan yang telah diajukan.
  • Membuktikan atau menjawab pertanyaan. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis atau diklarifikasi untuk menjawab pertanyaan.
  • Merumuskan kesimpulan. Hasil pembuktian dapat dirumuskan menjadi pilihan jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan berupa alternatif tindakan dan usaha untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
5.      Prasyarat untuk mengoptimalkan Metode pemecahan masalah
Ada beberapa syarat dan prasyarat yang harus dipenuhi ketika melakukan metode problem solving, yaitu:
a.       Kemampuan guru
Kemampuan seorang guru adalah kunci keberhasilan dari metode ini, adapun syaratnya adalah:
  • Mampu membimbing siswa saat ber-problem solving
  • Menguasai konsep yang dijadikan permasalahan
  • Mampu mengelola kelas
  • Mampu memberi penilaian secara proses
b. Kondisi dan kemampuan Siswa
kondisi dan kemampuan siswa sangat mempengaruhi keberhasilan metode ini, juka tidak memenuhi syarat, maka metode ini sangat riskan untuk dilakukan, adapun syaratnya adalah sebagai berikut:
  • Mampu menulis, membaca, dan menyimak dengan baik
  • Mampu melaksanakan pemecahan masalah
  • Memiliki minat, perhatian, dan motivasi belajar melalui pemecahan masalah
  • Memiliki sikap tekun, teliti, dan kerja keras
6.      Kelebihan metode problem solving
Setiap metode memiliki kelebihan, dapun kelebihan dari metode problem solving adalah:
  • Lebih mengaktifkan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
  • Mengembangkan kemampuan berfikir ilmiah
  • Mengembangkan kemampuan berfikir kritis
  • Membahas masalah aktual yang berkembang di masyarakat
  • Meningkatkan rasa tanggung jawab
7.      Kelemahan metode problem solving
Kekurangan seperti menjadi celah dari setiap metode, begitu pula dengan metode ini, ada beberapa celah yang harus diperbaiki, yaitu:
  • Memakan waktu yang relatif lama
  • Bahan pelajaran tidak logis/sistematis
  • Tidak semua siswa menyukai metode ini
  • Banyak bimbingan guru.




BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari makalah ini adalah sebagai berikut
a.      Pemecahan masalah sosial (Social problem solving) merupakan metode mengajar yang banyak mengembangkan kemampuan berfikir tingkat tinggi.
b.      Tujuan dari metode ini adalah mengembangkan kemampuan siswa memecahkan masalah secara tepat.
c.       Karakteristik metode problem solving diantaranya:
-          Menggunakan pendekatan induktif
-          Memberikan tantangan dan,
-          Menggunakan metode ilmiah.
d.      Prosedur pemecahan masalah diantaranya:
-          Merumuskan dan membatasi masalah.
-          Merumuskan dugann dan pertanyaan
-          Mengumpulkan dan mengolah data
-          Membuktikan atau menjawab pertanyaan
-          Membuat kesimpulan.
e.       Prasyarat untuk mengoptimalkan Metode pemecahan masalah:
-          Kemampuan guru
-          Kondisi dan kemampuan murid
f.        Kelebihan metode problem solving diantaranya:
-          Lebih mengaktifkan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
-          Mengembangkan kemampuan berfikir ilmiah
-          Mengembangkan kemampuan berfikir kritis
-          Membahas masalah aktual yang berkembang di masyarakat
-          Meningkatkan rasa tanggung jawab
g.      Kekurangan metode problem solving diantaranya:
-          Memakan waktu yang relatif lama
-          Bahan pelajaran tidak logis/sistematis
-          Tidak semua siswa menyukai metode ini
-          Banyak bimbingan guru.



DAFTAR PUSTAKA


Anitah W, Sri, dkk. (2007). Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta. Kemdiknas. UT.
AnonimI, 2011. Problem solving matematika. www.belajarmengajar.blogspot.com.
Diakses 4 Juni 2013.
Anonim II, 2012. Belajar dan Pembelajaran. www.gurungeblog.blogspot.com.
diakses 4 Juni 2013.
Anonim IV. 2013.peran guru didalam kelas. www.fransiskarusmana.blogspot.com.

Diakses 4 Juni 2013

Jumat, 03 Mei 2013



Makalah
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
KemampuanManusiaMenurutParahAhli

O L E H 

KELOMPOK I
RAHMATUL IRFAN                        A 221 11
KUSUMANINGRAT                        A 221 11 051
USWATUN HASANNAH    A 221 11
NURHILDA                          A 221 11


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2013


 


KATA PENGANTAR
   Puji syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “BELAJAR DAN PEMBELAJARAN dengan waktu yang telah diberikan, dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan namun demikian penyusun telah berusaha semaksimal mungkin agar hasil dari tulisan ini tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang ada.
Dengan terselesaikannya makalah ini, penyusun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen serta teman-teman mahasiswa pendidikan biologi yang telah banyak membantu penyusun dalam penyusunan makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini, dan mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
                                                                                                
                                                                                                
Palu,   Maret 2013
                                                                                                       
                                                                                                         
                                                                                                                                    Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman
HALAM JUDUL                                                                                                  i
KATA PENGANTAR                                                                                         ii
DAFTAR ISI                                                                                                       iii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...................................................................              1
  1.2 Rumusan masalah...............................................................              2
1.3 Tujuan................................................................................              2
BABII : PEMBAHASAN
1.1 PengertianManusia……………………………..............  3
1.2 PengertianKemampuan (Abillity)………………………. 3
1.3 PengertianKemampuanManusiaMenurut Para Ahli…...   4
BAB 5 : PENUTUP
5.1 Kesimpulan........................................................................            10
5.1 Saran..................................................................................            10
DAFTAR PUSTAKA                                                                                           




BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Kemampuan seseorang seringkali dihubungkan dengan nilai yang ia peroleh dalam mengikuti pendidikan. Terlalu sering ada anggapan bahwa nilai-nilai yang seseorang dapatkan sudah cukup untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seseorang. Dalam hal ini nilai yang dimaksud adalah penilaian secara kuantitatif dan seakan-akan mengabaikan aspek kualitatifnya.
Fenomena ini sering kita dapatkan diberbagai tingkatan pendidikan, mulai dari Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Lanjutan, bahkan sampai pada Perguruan Tinggi. Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam menentukan kemampuan seseorang.
Pada dasarnya, kualitas otak seseorang bisa dikaitkan dengan intelegensi atau tingkat kecerdasan seseorang. Seperti halnya bahwa individu itu memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dan lainnya, intelegensi antara orang yang satu dan lainnya pun tidaklah sama, sekali pun mereka adalah kembar identik. Intelegensi ini adalah sesuatu yang unik dan rumit.
Inteligensi itu sendiri ialah kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu. Dari pernyataan tersebut masih terdapat hal yang tidak bisa dipahami dengan mudah. Hubungan antara intelegensi dan pencapaian seseorang tidak bisa hanya dengan definisi tersebut.
Makalah ini di buat untuk menjawab kemampuan manusia dalam hal ini dari sudut pandang para ilmuan.
  
1.2              Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini yakni :
1.      Apa itu manusia?
2.      Apa itu kemampuan (ability)?
3.      Bagaimana pendapat para ahli mengenai kemampuan manusia?
  
1.3              Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian manusia
2.      Untuk mengetahui pengertian kemampuan
3.      Untuk mengetahui pendapat para ahli mengenai kemampuan manusia.

BAB II
PEMBAHASAN
1.1              Pengertian Manusia
NICOLAUS D. & A. SUDIARJA Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan). Menurut aliran ini manusia adalah makhluk yang memiliki perilaku hasil interaksi antara komponen biologis (id), psikologis (ego) dan sosial (superego), Di dalam diri manusia terdapat unsur animal (hewani), rasional (akali), dan moral (nilai).

1.2              Pengertian Kemampuan Manusia
Di  dalam  kamus  bahasa  Indonesia,  kemampuan  berasal  darikata  “mamp”  yang  berarti  kuasa  (bisa,  sanggup,  melakukan  sesuatu,dapat,  berada,  kaya,  mempunyai  harta  berlebihan).
Kemampuanadalah  suatu  kesanggupan  dalam  melakukan  sesuatu.  Seseorang dikatakan  mampu  apabila  ia  bisa  melakukan  sesuatu  yang  harus  ia lakukan.
Sedangkan  menurut  Robbins  kemampuan  bisa  merupakan  kesanggupan  bawaan  sejak  lahi, atau  merupakan hasil latihan atau praktek.
pengetian kemampuan dari skripsi Endri Meylasari : Mampu berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu; dapat; berada; kaya; mempunyai harta berlebih.
Akhmad Sudrajat membagi kemampuan menjadi dua jenis, yaitu:
a.       actual ability, Actual ability atau kecakapan nyata merupakan kecakapan yang diperoleh karena belajar yang dapat segera didemonstrasikan atau diuji sekarang.
b.      potential ability. Potential ability atau kecakapan potensial merupakan aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan.

1.3              Pengertian Intelegensi Menurut Para Ahli
Intelegensi berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga berasal dari bahasa latin yaitu “Intellectus dan intelligantia atau intelleger”.
Intelek adalah kemampuan jiwa atau psikis yang relatif menetap dalam proses berpikir untuk membuat hubungan-hubungan tanggapan, serta kemampuan memahami, menganalisis, mensintesiskan, dan mengevaluasi. Intelektual berfungsi dalam pemben-tukan konsep yang dilakukan melalui pengindraan pengamatan, tanggapan, ingatan, dan berpikir.
Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”, sedangkan penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. Intelegensi berasal dari kata Latin yang berarti memahami,jadi intelegensi adalah aktivitas atau perilaku yang merupakan perwujudan dari daya atau potensi untuk memahami sesuatu. Menurut para ahli  intelegensi adalah :
Ø  Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.
Ø  K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.
Ø  David Wechster (1986). Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
Ø  William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru, dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan, pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang.
Ø  Alfred Binet mengatakan bahwa intelegensi bersifat monogenetik yaitu berkembang dari suatu faktor satuan. Menurutnya intelegensi merupakan sisa tunggal dari karekteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang.
Ø  Edward Lee Thorndike, teori Thorndike menyatakan bahwa intelegensi terdiri dari berbagai kemampuan spesifik yang ditampilkan dalam wujud perilaku intelegensi.
Ø  Charles Spearman, seorang sarjana dari Inggris adalah penemu adanya dua faktor utama, yaitu : faktor G (general) dan faktor S (spesifik). Secara lebih terperinci, Spearman membagi intelegensi menjadi dua faktor, yaitu :
a.      Faktor G, yang mencakup semua kegiatan intelektual yang dimiliki oleh setiap orang dalam berbagai derajad tertentu. Contohnya penyanyi, orang yang mempunyai suara yang merdu dengan musikalitas yang tinggi tanpa latihan. General factor mempunyai beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut:
1.      Merupakan kemampuan umum yang dibawa sejak lahir
2.      Bersifat konstan
3.      Dipergunakan dalam setiap kegiatan individu
4.      Jumlah faktor G setiap individu berbeda
5.      Semakin besar jumlah G yang ada dalam diri seseorang, maka makin besar kemungkinan kesuksesan hidupnya
b.      Faktor S, yang mencakup berbagai faktor khusus tertentu yang relevan dengan tugas tertentu. Contohnya pianis, dengan latihan yang giat setiap orang dapat bermain piano dengan baik. Atau seorang ahli matematika, dengan terus menerus berlatih mengerjakan soal-soal matematika seseorang akan dapat mengerjakan soal dengan baik. Specific factor mempunyai beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut:
1.      Dipelajari dandiperoleh dari lingkungan
2.      Bervariasi dari kegiatan yang satu dengan lainnya dari individu yang sama
3.      Jumlah muatan S pada tiap-tiap individu berbeda
Kedua faktor diatas terkadang tumpang tindih dan terkadang pula terlihat berbeda. Menurut Spearman, faktor G lebih banyak mewakili segi genetis dan faktor S lebih banyak diperoleh melalui latihan dan pendidikan. Kedua faktor diatas sangat penting untuk melihat kemampuan individu saat berpindah dari situasi satu ke situasi yang lainnya.
Ø  Pengertian Inteligensi (Chaplin) 
            Dibagi dalam 3 macam :
1.      Kapasitas : keseluruhan kemampuan intelektualyang dimiliki oleh seseorang (sulit terukur)
2.      Potensi : Kemampuan intelektual seseorang yang seharusnya dapat ia tampilkan dan dikembangkan secara maksimal
3.      Fungsi : Penampilan tingkah laku seseorang yang menggambarkan tingkat kecerdasannya (bila fungsi berkembang max = potensi
Dari batasan yang dikemukakan di atas, dapat kita ketahui bahwa:
a.       Intelegensi itu ialah faktor total berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan, fantasi, penasaran, perhatian, minat dan sebagainya juga mempengaruhi intelegensi seseorang).
b.      Kita hanya dapat mengetahui intelegensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak. Intelegensi hanya dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung melalui “kelakuan intelegensinya”.
c.       Bagi suatu perbuatan intelegensi bukan hanya kemapuan yang dibawa sejak lahir saja, yang penting faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan.
d.      Bahwa manusia itu dalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru, dapat memikirkan dan menggunakan cara-cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu.
Ø  Seto Mulyadi (2003) bahwa dalam tes IQ dan bahkan pendidikan secara umum sekarang ini hanya cenderung menekankan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa.
Ø  Dalyono (1997) mengatakan bahwa seseorang yang memiliki intelegensi baik (IQ-nya tinggi) umumnya mudah belajar dan hasilnya pun cenderung baik. Sebaliknya orang yang intelegensinya rendah cenderung mengalami kesukaran dalam belajar, lambat berpikir, sehingga prestasi akademiknya pun rendah.
            David Wechsler (dalam Azwar, 2004) mendefinisikan intelegensi adalah kumpulan atau totalitas kemampuan seseorang untuk bertindak dengan tujuan tertentu, berfikir secara rasional serta menghadapi lingkungannya dengan efektif, dari definisi tersebut nampak adanya pengaruh yang signifikan antara intelegensi terhadap prestasi akademik. Salah satu faktor lain yang mempengaruhi prestasi akademik seseorang adalah motivasi belajarnya.
              Berdasarkan pembahasan sebelumnya, penilaian atau skor tes diperoleh dari hasil pengerjaan tes pada periode tertentu. Dan skor tes hanyalah menggambarkan keadaan sesuai dengan lingkup materi yang dimasukan dalam tes itu.

BAB III
PENUTUP
3.1                Kesimpulan
Adapun kesimpulan dalam makalah ini adalah:
1.         NICOLAUS D. & A. SUDIARJA Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
2.         Kemampuanadalah  suatu  kesanggupan  dalam  melakukan  sesuatu.  Seseorangdikatakan  mampu  apabila  ia  bisa  melakukan  sesuatu  yang  harus  ia lakukan.
3.         Mendefinisikan intelegensi sebagai serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau produk sebagai konsekuensi seksistensi suatu budaya tertentu.

3.2       Saran
Adapun saran dalam pembuatan makalah ini di perlukan pemahaman lebih terhadap setiap literatur yang digunakan sehingga akan mudah memahami antara setiap[ teori yang ada.

“Fikiran manusia adalah magnet yang paling kuat di alam semesta…Di dalam diri anda terdapat magnet yang lebih kuat daripada segala sesuatu yang ada di dunia…daya magnet itu dipancarkan melalui fikiran-fikiran anda….” (Rhonda Byrne, penulis buku The Secret).




DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011. Kenali Potensi dan Intelegensi Anda. (Online). (http://rinyyunita.wordpress.com/2009/01/16/potensi-intelegensi/#comment-624).diakses 05Maret2013

Anonim, 2010.Pengaruh Tingkat Intelegensi Dan MotivasiBelajarTerhadapPrestasi Akademik. (Online). (http://luluvikar.wordpress.com/2010/12/02/pengaruh-tingkat-intelegensi-dan-motivasi-belajar-terhadap-prestasi-akademik/). diakses 05 Maret 2013

 

Anonim, 2010.TeoriDasarIntelegensi. (Online) 

(http://kabar-pendidikan.blogspot.com) diakses 05 Maret 2013